oleh

Wadir Narkoba Polda Kalimantan Barat Ketahuan Bawa Narkoba dan Dicopot Dari Jabatannya

Akbp Hartono
Akbp Hartono

Wadir Narkoba Polda Kalimantan Barat Ketahuan Bawa Narkoba dan Dicopot Dari Jabatannya – Narkoba tidak hanya menimpa masyarakat biasa atau umum, namun juga sering melanda para selebriti, orang-orang ternama bahkan seorang Wakil Direktur (Wadir) Narkoba Polda Kalimantan Barat AKBP Hartono. Ya, Wadir Narkoba Pold Kalbar ini ditangkap basah kedapatan melakukan penyalahgunaan obat-obatan terlarang ini sehingga harus dicopot dari jabatan yang ia duduki selama ini.

Keputusan dikeluarkannya AKBP Hartono karena kesalahannya telah diketahui memiliki narkoba jenis sabu. Hal ini kemudian menjadi pemicu ramainya perbincangan publik atas ketahuannya Wadir Narkoba Polda Kaltim tentang penyalahgunaan narkoba. Penangkapan AKBP Hartono sebagai pelaku pembawa narkoba narkoba yang ditangkap di sebuah bandara ternama ini pun menjadi ramai dan viral di masyarakat.

Terlebih melihat status dan profesinya sebagai anggota kepolisian yang menjabat sebagai Wakil Direktur Narkoba Polda Kalimantan Barat.

Disebutkan pula oleh karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Muhammad Iqbal bahwa saat ini sedang dalam proses pelanggaran kode etik serta proses pidana untuk Wakil Direktur Narkoba Kalbar AKBP H ini, berhubung dengan profesinya sebagai anggota kepolisian.

Tak cukup sampai disitu, Iqbal juga menuturkan bahwa dicopotnya AKBP Hartono dari jabatannya saat ini sebagai sebuah tindakan tegas dari Polri kepada setiap anggota kepolisian yang telah melakukan sebuah pelanggaran atau pidana dalam berbagai bentuk termasuk penyalahgunaan obat obtan terlarang ini.

Saat ini, menurut Iqbal AKBP Hartono sedang dalam pemeriksaan dan diamankan di Divisi Propam Mabes Polri untuk menindaklanjuti kasusnya tersebut.

Sebelum ini, AKBP Hartono sempat diamankan oleh petugas aviation security di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Saat itu, ia ketahuan membawa narkoba jenis sabu dengan berat 23,8 gram. Peristiwa penangkapan anggota kepolisian ini terjadi pada har Sabtu, 28 Juli kemarin pukul 06.20 WIB.

Disebutkan dari Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1855/VII/KEP/2018 mengungkap bahwa yang bersangkutan telah dimutasi dari jabatannya lalu menjadi Pamen Yanma Polri dalam proses pemeriksaan, surat tersebut pun langsung ditandatangani tanggal 28 Juli kemarin.

Komentar

News Feed