oleh

Rupanya Ini Faktor Yang Menjadi Alasan Pilot Garuda Ancam Mogok Kerja di Mudik Lebaran

Pilot Garuda
Pilot Garuda

Rupanya Ini Faktor Yang Menjadi Alasan Pilot Garuda Ancam Mogok Kerja di Mudik Lebaran – Pembahasan tentang Pilot Garuda Indonesia serta para karyawannya yang memberi ancaman mogok kerja pada hari mudik lebaran di tahun 2018 ini membuat heboh warganet dan masyarakat. Meski begitu, Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan mengungkap bahwa rencana tersebut urung dilaksanakan hingga sekarang.

Lebih lanjut, Menteri Perhubungan juga sudah menerima laporan dar Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansuri, menurutnya aksi mogok para pilot dan karyawan itu akan mengalami penundaan. Pihak Garuda juga telah melakukan komunikasi untuk mencari jalan keluar ini.

Rupanya, aksi ancaman mogok yang digelontarkan pilot dan karyawan ini bukanlah tanpa sebab. Ada beberapa faktor yang membuat pilot hingga mengancam untuk mogok kerja di momen mudik yang terjadi setiap tahun di hari raya lebaran idul fitri yang tidak lama lagi ini. Disebutkan oleh Presiden Asosiasi Pilot Garuda Indonesia yaitu Kapten Bintang Handono mengungkap bahwa proses rekrutmen pilot Garuda yang terjadi sekarang dengan memberlakukan sistem pilot kontrak rupanya sangat mengancam keselamatan perusahaan. Karena jika kontrak sudah tidak ada maka akan kebingungan untuk mencari penggantinya.

Selanjutnya, sang kapten mengungkap bahwa ada pelanggaran perjanjian kerjasama dari kebijakan yang telah dibuat dan telah disepakati tanpa sepengatahuan serikat mengenai rekrutmen pilot tersebut. Selebihnya Bintang juga mengungkap bahwa penerapan sistem rekrutmen pilot seperti ini membuat kondisi menjadi kacau.

Selain itu, Bintang mengatakan bahwa faktor yang menyebabkan Garuda Indonesia semakin terpelosot krena direksi perusahaan yang tak memiliki kompetensi serta banyaknya aturan penerbangan yang telah dilanggar. Dijelaskan oleh Bintang bahwa keadaan terpuruk yang terjadi di perusahaan Garuda saat ini sudah berlangsung selma satu tahun terakhir, tepatnya setelah Rapat Umum Pemegang Sahap (RUPS) yang telah mengatur jajaran direksi baru untuk Garuda.

Untuk lebih menjelaskan, Bintang pun memberi salah satu contoh saat belum adanya posisi Direktur Teknik dan Operasi dalam jajaran direksi Garuda Indonesia. Hal tersebut sangat disayangkan mengingat posisi itu adalah syarat penting yang harus ada dalam perusahaan penerbangan. Jabatan di psosisi tersebut baru tersisi setelah beberapa bulan kemudian namun tidak melalui RUPS.

Komentar

News Feed