oleh

Penyebab Kenapa Saldo ATM Satpol PP Pembobol Bank DKI Tidak Berkurang

KABARHARIANNUSANTARA.COM – Penyebab Kenapa Saldo ATM Satpol PP Pembobol Bank DKI Tidak Berkurang Seperti diketahui Apabila salah satu pemberitaan yang sampai sekarang menjadi trending dan terus menjadi perbincangan netizen di media sosial yaitu kasus pembobolan bank DKI yang dilakukan oleh oknum Satpol PP di mana yang unik, yaitu ketika oknum Satpol PP mengambil uang di ATM dengan menggunakan kartu ATM ternyata uang mereka walaupun diambil akan tetapi ternyata tidak berkurang dan belum lama ini mulai terkuak penyebab hal tersebut setelah oknum Satpol PP membobol bank DKI sampai 50 miliar.

Penyebab kenapa saldo ATM Satpol PP pembobol bank DKI tidak berkurang ternyata Belum lama ini mulai terkuak yaitu setelah pihak Otoritas Jasa Keuangan atau OJK yang sebelumnya terus mendalami kasus pembobolan Bank DKI yang merugikan salah satu bank swasta sekitar 50 miliar, di mana menurut slamet Edy Purnomo selaku Deputi komisioner pengawas perbankan III apabila dugaan sementara ini ya itu dikarenakan adanya kesalahan switching ketika Bank DKI melakukan perbaikan sistem untuk inti perbankannya di bulan Januari 2019 yang lalu.

Menurut Slamet Edy Purnomo di saat itu Bank DKI sedang melakukan perbaikan Core banking sistem tepat di awal Januari 2019 dan ketika diperbaiki ternyata ada sesuatu yang ada dalam program aplikasi nya tidak mengena dan hal ini dimanfaatkan oleh oknum Satpol PP untuk membobol bank swasta tersebut.

Walaupun begitu, untuk masalah kejadian tersebut bukanlah semata-mata adanya kelemahan dari internal bank DKI akan tetapi dikarenakan adanya kelemahan vendor dikarenakan yang diambil dan dibobol oleh oknum satpol PP yaitu mereka hanya mengambil dari ATM CIMB Niaga sehingga pembobolan tersebut terus terjadi dan merugikan sampai 50 miliar.

Menurut selamet, apabila sekarang ini pihaknya meminta kepada pihak bank untuk segera secepatnya menyelesaikan permasalahan tersebut dan selanjutnya permintaan ini langsung disambut positif oleh Bank DKI dan vendor akan bertanggung jawab terkait masalah tersebut dan dipastikan penyebabnya yaitu karena internet of Things atau IOT yang harus cepat di-update supaya bisa lebih aman dan belajar dari kasus yang pernah terjadi.

Selanjutnya pihak Slamet Edy Purnomo meminta kepada semua perbankan untuk selalu mempunyai tim dan tim manajemen resiko agar bisa mencegah terjadinya pembobolan seperti yang terjadi Belum lama ini dilakukan oleh sejumlah oknum Satpol PP yang diduga kuat menjadi pelaku pembobolan dana via bank swasta yang terhubung ke Bank DKI.

Seperti diketahui sebelumnya, apabila pihak kepolisian sudah menetapkan sebanyak 13 tersangka terkait kasus pembobolan ATM bank DKI yang terintegrasi dengan bank cIMB Niaga dimana untuk 28 orang lain masih diperiksa sebagai saksi, selanjutnya pihak kepolisian Polda Metro Jaya kombes Iwan Kurniawan mengatakan apabila para tersangka mengambil uang sebesar 22 juta sampai 18 miliar.

Dari dugaan polisi terkait pembobolan ATM yang dilakukan oleh oknum Satpol PP yaitu dilakukan semenjak bulan April sampai bulan Oktober 2019 dan akibat ulah pembobolan tersebut, bank Swasta mencatat mereka mengalami kerugian sampai 50 miliar.

Komentar

News Feed