oleh

Fakta Teroris di Pasuruan Yang Bikin Kaget

Fakta Teroris di Pasuruan Yang Bikin Kaget – Seperti diketahui apabila Belum lama ini di Pasuruan terjadi salah satu insiden yaitu teror bom yang sangat meresahkan bagi masyarakat setempat, akan tetapi ternyata ada yang paling mencengangkan bagi netizen di mana sang pelaku teror bom sendiri mempunyai beberapa fakta yang berhasil dikumpulkan di mana salah satu fakta yang bikin kaget yaitu pria ini mempunyai 3 identitas sekaligus.

Dari berbagai sumber yang kamu peroleh sedikitnya ada fakta terkait teroris di Pasuruan yang sekarang ini menjadi viral dan jadi perbincangan netizen di media sosial, aku yang sempat ditangkap oleh pihak kepolisian dan dipenjarakan ternyata sepertinya tidak merasa gerah dengan perbuatan yang telah dilakukan sehingga terus-menerus membuat teror di beberapa daerah termasuk di Jakarta dengan bom panci.

Fakta Teroris di Pasuruan Yang Bikin Kaget

Seperti diketahui dari pengakuan Irjen Pol machfud Arifin selaku Kapolda apabila sang pelaku teror bom rakitan di kecamatan Bangil Pasuruan merupakan Seorang anggota jaringan teroris lama yang mempunyai fakta sebagai berikut.

Punya tiga identitas

Dari beberapa keterangan yang dikumpulkan oleh Kapolda Jawa Timur ternyata sang pelaku teroris di Pasuruan diketahui mempunyai tiga identitas palsu gimana pria tersebut sempat melakukan aksi terorisme pada tahun 2010 yang lalu.

Dari pengakuan kapolda Jawa Timur setelah pihaknya melakukan pengecekan ternyata sang pelaku adalah pelaku lama untuk kasus yang sama yaitu terorisme dan pernah dipenjara dikarenakan peledakan bom panci.

Bom panci di Jakarta

Pada tahun 2010 yang lalu tersangka sempat meledakkan pos lalu lintas di daerah Kalimalang Jakarta di mana saat itu tersangka ditangkap lalu diadili oleh pihak yang berwajib dan divonis jalani hukuman penjara selama 5 tahun dan tersangka keluar tahun 2015 Silam, selanjutnya 3 tahun berikutnya tersangka kembali melakukan aksi teror akan tetapi tidak sesuai dengan yang ia rasakan.

Waktu itu tersangka aksi teror membuat bom lempar akan tetapi karena salah teknis bom lempar yang harusnya tepat sasaran malah meledak terlebih dahulu.

Mengontrak 6 bulan di Bangil

Dari pengakuan irjen Pol machfud apabila pelaku melakukan aksinya tersebut bukan di tanah kelahiran melainkan Bangil adalah lokasi kontrakan selama 1 tahun 6 bulan akan tetapi ketika di sana tersangka baru menetapkan ambulans dan untuk 1 tahunnya tersangka tinggal di lokasi yang berbeda.

Istri Pelaku Saat diperiksa tidak mengaku

Ketika istri tersangka bom teror di Pasuruan dilakukan pemeriksaan oleh pihak Kepolisian di mapolres Pasuruan terkait peledakan bom yang terjadi di rumah kontrakan yang mereka tempati dari pengakuan Kapolda Jawa Timur izin Salma Nur Arifin, apabila pihak Kepolisian merasa kesulitan tentang kesaksian dari pelaku dan istrinya malahan sang istri tidak mengetahui apapun.

Komentar

News Feed