oleh

Begini Kesaksian Rizky Prabowo Yang Menjadi Pendaki Gunung Rinjani Ketika Terjadi Gempa di Lombok

Pendaki Gunung Rinjani
Pendaki Gunung Rinjani

Begini Kesaksian Rizky Prabowo Yang Menjadi Pendaki Gunung Rinjani Ketika Terjadi Gempa di Lombok – Gempa berkekuatan 6,4 SR dan beratus kali gempa susulan menimpa Lombok, Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya pada hari Minggu, 29 Juli 2018 kemarin. Gempa ini cukup menggemparkan masyarakat Indonesia, khususnya warga Lombok yang menjadi korban. Berdasarkan catatan yang dilaporkan terakhir, terdapat lebih dari 500 kk yang menjadi korban dari tiga kecamatan berbeda yang ada di Lombok.

Tidak hanya menelan korban warga setempat, diketahui Lombok merupakan tempat wisata yang banyak menarik perhatian masyarakat lokal dan mancanegara, apalagi ada gunung Rinjani yang menjadi tujuan banyak pendaki untuk sampai disana. Maka tak dipungkiri bahwa korban pun juga ada yang berjatuhan dari para wisatawan. Bahkan seorang wisatawan asal Malaysia dikabarkan tewas karena gempa bumi ini.

Rizky Prabowo 25 tahun, merupakan salah satu pendaki juga asal warga Solo, Jawa Tengah. Saat kejadian, Rizky memang tengah mendaki gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Disebut oleh Rizky bahwa dirinya sudah dua kali menjadi pendaki Gunung yang termasuk gunung tertinggi se Asia itu.

Ia memulai pendakian lewat jalur Sembalun yang dimulai sejak hari Jumat, 27 Juli sebelum terjadinya gempa. Rizky kemudia tiba di pos 3 setelah melakukan 6 jam perjalanan mendaki. Selanjutnya ia mendirikan tenda bersama para pendaki untuk istirahat seharian. Sabtu paginya, ia pun melanjutkan pendakiannya melaju ke Pelawangan Sambalun.

Kemudian sampai di Pelawangan, Rizky dan rekan mendakinya mendirikan tenda lagi untuk melepas lelah karena setelah itu mereka akan bersiap-siap menuju puncak gunung Rinjani.

Lalu dilanjut pada hari Minggu, 29 Juli pukul 03. WITA dini hari, Rizky dan teman-temannya pun bersiap untuk mendaki sampai ke puncak. Menurut Rizky, umumnya perjalanan dari Pelawangan hingga puncak Rinjani butuh waktu kira kira 3 jam. Namun naas ketika sedang melakukan perjalanan sekitar 2,5 jam perjalanan yang dilakukannya, terjadi gempa bumi.

Saat terjadi guncangan, Rizky tidak mengira bahwa itu adalah gempa, sehingga ia dan teman-temannya pun tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Dipikirnya karena ia merasa pusing. Rizky pun sempat berpegangan ke pohon edelweis saat guncangan terjadi.

Rizky juga menceritakan bahwa gempa cukup besar terjadi, bahkan tidak hanya sekali namun berkali kali dengan selisih sebentar. Karena gempa tersebut, menyebabkan tebing gunung pun akhirnya juga runtuh. Bahkan jalur pendakian juga banyak retak dan rontok sehingga para pendaki yang mencoba menyelamatkan diri turun dari puncak pun harus mencari jalur baru.

Menurut Rizky, banyak pendaki yang akhirnya panik dan berlarian turun ke bawah untuk menyelamatkan diri. Rizky pun berhasil turn hingga ke basecamp Sembalun pada Minggu sorenya, ketika gempa sudah mulai berhenti.

Komentar

News Feed