oleh

2 Anak Tewas Usai Ikuti Pesta Rakyat di Monas Hanya Karena Tergiur Sembako Gratis

KABARHARIANNUSANTARA.COM – 2 Anak Tewas Usai Ikuti Pesta Rakyat di Monas Hanya Karena Tergiur Sembako Gratis Salah satu berita yang saat ini menjadi perbincangan masyarakat di Indonesia dan ation di media sosial setelah terjadinya insiden masa yang menggunakan kaos dengan tagar #2019GantiPresiden yang melakukan intimidasi terhadap ibu dan sejumlah anak yang berbeda kaos, ternyata Belum lama ini kembali terjadi insiden di Monas di mana pada salah satu acara yang bertemakan Pesta Rakyat dengan membagi-bagikan sembako gratis malah merenggut dua korban anak meninggal dunia dan tewas di tempat setelah berebutan untuk mendapatkan sembako gratis tersebut. Contoh saja, banyak dari netizen kesal dengan kelakuan aksi tersebut dan juga kesal kepada pemprov DKI yang tidak bisa mengatur kegiatan tersebut.

Sedikitnya dua anak tewas saat mengikuti pesta rakyat di Monas dengan membagikan sembako gratis, hal tersebut langsung membuat sandiaga Uno sebagai wakil gubernur DKI turun tangan dengan menyerahkan sepenuhnya terhadap masalah penanganan hukum dengan adanya insiden dua anak kecil meninggal dunia dalam acara pesta rakyat yang berlangsung di Monas. Malahan menurut sandiaga Uno kepada awak media menegaskan, apabila dirinya sekarang ini lebih fokus untuk penanganan korban dan melakukan rehabilitasi kawasan monumen nasional tersebut.

Sandiaga Uno mengatakan apabila sanksi iya sepenuhnya menyerahkan kepada pihak Kepolisian dan ia akan fokus pada masalah rehabilitasi Monas dan juga penanganan beberapa korban yang terinjak-injak akibat terjadinya insiden saat pesta rakyat berlangsung. Sandi yang mengaku dirinya telah bertemu dengan Kedua keluarga langsung meminta maaf atas adanya kejadian yang tidak menyenangkan tersebut dan dirinya berjanji akan mengurus seluruh Pemakaman dan biaya lainnya.

Sandiaga Uno pun mengatakan setelah dirinya bertemu dengan kedua belah pihak keluarga korban, dia menegaskan apabila keluarga korban merasa ikhlas dengan insiden tersebut walaupun anak mereka harus meninggal dunia.

“Untuk masalah sanksi kami serahkan kepada pihak penegak hukum, dan kami hanya akan fokus pada masalah rehabilitasi Monas dan masalah penanganan korban dalam acara pesta rakyat di Monas tersebut. Untuk masalah keluarga kedua korban kita sudah bertemu bersama keluarga dan kami telah memberikan bantuan dari informasi yang kami dapatkan yang berasal dari Kepala Dinas Pariwisata dan budaya, apabila keluarga sudah mengikhlaskan atas meninggalnya anak mereka yang bernasib Malang saat mengikuti acara Untukmu Indonesia tersebut,” kata sandiaga Uno.

Sandiaga Uno kembali mengatakan apabila panitia penyelenggara pesta rakyat yang berlangsung di Monas memang lumayan kooperatif dengan Pemprov DKI Jakarta, selain mereka bertanggung jawab dalam membiayai perbaikan kerusakan yang telah terjadi di daerah Monas mereka pun memberikan santunan kepada korban yang terinjak-injak dan juga korban meninggal.

Dari keterangan Kabid humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, apabila korban meninggal dunia yaitu anak yang diketahui bernama Mahesa Junaedi dan Rizky ternyata keduanya bukan meninggal karena berdesak-desakan saat acara pembagian sembako akan tetapi dari hasil pemeriksaan dokter untuk Mahesa dinyatakan tewas akibat dehidrasi dan resistensi hiperpireksia.

Korban meninggal selanjutnya pada acara pesta rakyat di Monas bernama Rizki diketahui meninggal karena suhu panas yang sangat tinggi pada tubuhnya saat mengikuti acara pesta rakyat tersebut. Walaupun begitu, banyak komentar pedas yang datang dari netizen atas adanya insiden maut di Monas.

Komentar

News Feed